Barru News — Wujud pembinaan kepribadian kembali ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru melalui kegiatan sosial kemasyarakatan. Sejumlah warga binaan diterjunkan untuk melakukan perawatan fasilitas ibadah di Musholla Alun-Alun Kabupaten Barru, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan tersebut meliputi pembersihan area dalam dan luar musholla, pengecatan ringan, perawatan tempat wudu, serta penataan kembali perlengkapan ibadah. Program ini merupakan bagian dari pembinaan integrasi sosial warga binaan agar tetap produktif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Bentuk Pembinaan Kepribadian dan Sosial
Kepala Rutan Kelas IIB Barru, melalui Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial kepada warga binaan.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya dibina secara administratif dan keterampilan, tetapi juga secara mental dan spiritual. Dengan terlibat langsung di tengah masyarakat, mereka belajar tentang kepedulian dan pengabdian,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Barru Beri Apresiasi Petugas Upacara dan ASN Berprestasi pada Peringatan HUT ke-54 KORPRI
Ia menambahkan, seluruh warga binaan yang dilibatkan telah melalui proses seleksi dan pengawasan ketat oleh petugas, sehingga kegiatan dapat berjalan aman dan tertib.
Disambut Positif Masyarakat
Perawatan Musholla Alun-Alun tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Pengurus musholla menyampaikan apresiasi atas kepedulian pihak Rutan Barru yang telah membantu menjaga fasilitas ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga.
“Kami sangat berterima kasih. Musholla ini digunakan masyarakat setiap hari, dan bantuan dari warga binaan sangat membantu kami,” ungkap salah satu pengurus musholla.
Selain membersihkan area ibadah, warga binaan juga memperbaiki beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan ringan, seperti kran wudu dan karpet salat.
Harapan untuk Proses Reintegrasi
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi warga binaan dalam proses reintegrasi sosial setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan keterlibatan langsung dalam aktivitas sosial keagamaan, warga binaan diharapkan lebih siap kembali ke masyarakat.
“Kami ingin ketika mereka bebas nanti, mereka sudah memiliki kebiasaan positif dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” tambah pihak Rutan.
Program Berkelanjutan
Rutan Barru memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya di tempat ibadah, tetapi juga di fasilitas umum lainnya. Program ini menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan, bukan semata-mata penghukuman.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis antara warga binaan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di Kabupaten Barru.


















