Barru News – Tanggung Jawab APBD Barru menuntut keberpihakan nyata kepada warga rentan, khususnya kelompok decil 6 yang berada tepat di ambang kemiskinan. Pertemuan antara Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Parepare yang baru, dr. Muhammad Ali, di Rumah Jabatan Bupati Barru, semestinya melahirkan langkah konkret. Kehadiran jajaran strategis seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil seharusnya memperkuat arah kebijakan yang tegas dan terukur.

Namun, laporan audiensi tersebut justru menampilkan persoalan lama yang terus berulang. Pemerintah daerah kembali menyampaikan komitmen normatif tanpa menyertakan skema teknis yang jelas. Situasi ini memunculkan kekhawatiran publik karena warga decil 6 sangat rentan jatuh miskin ketika menghadapi beban biaya kesehatan. Satu episode sakit berat saja dapat menggerus tabungan keluarga dan mendorong mereka masuk ke jurang kemiskinan baru.
Tanggung Jawab APBD seharusnya hadir sebagai instrumen perlindungan sosial yang aktif. Pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan pembiayaan kesehatan yang inklusif, tepat sasaran, dan berbasis data kependudukan yang mutakhir. Integrasi data Dukcapil, Dinsos, dan BPJS Kesehatan dapat memastikan warga rentan memperoleh jaminan layanan kesehatan tanpa hambatan administratif.
Baca Juga : Bupati Suardi Saleh Buka Muscab VII Ikatan Bidan Indonesia Cabang Barru
Selain itu, pemerintah daerah harus berani mengalokasikan anggaran kesehatan secara progresif. APBD Barru tidak boleh hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi alat moral untuk melindungi hak dasar warga. Kepala daerah bersama OPD terkait perlu menetapkan indikator kinerja yang terukur, seperti penurunan jumlah warga rentan yang menunggak iuran atau kehilangan akses layanan kesehatan.
Tanpa terobosan kebijakan, audiensi semacam ini hanya akan berulang sebagai seremoni. Warga membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji. Jika pemerintah daerah gagal menjalankan peran tersebut, maka Tanggung Jawab APBD Barru patut dipertanyakan, terutama dalam memastikan tidak ada warga decil 6 yang jatuh miskin karena sakit dan biaya kesehatan.


















